Hari pertama :
Doa bersama
mengawali pemberangkatan PKL Dieng pada waktu itu, kebetulan kami dilepas oleh
pak Dekan. Perjalanan pun dimulai. Pukul 11.30 kami beristirahat untuk makan
dan sholat di RM Jatilawang. Setelah itu perjalanan kami pun dimulai kembali
menuju lokasi pertama yaitu Waduk Mrica (Bendungan Mrica).
Lokasi 1
Waduk Mrica : Letak astronomis 0,70 23’
26” dan 1090 37’ 01”. Ketinggian 253
mdpl, suhu 28,30C. Ph 7,72 pds dan Salinitas 0 ppt.
Waduk Mrica terdapat di Kawasan Banjarnegara Kecamatan Bawang. Sebelah
timur rangkaian pegunungan serayu selatan dan Pegunungan serayu utara merupakan
pegunungan aktif. Kawasan ini digunakan sebagai kawasan pengelolaan sumber daya
air yang dapat dimanfaatkan untuk pengairan, PLTA, pengendalian banjir,
minakultur dan lain lain. Syarat bendungan adanya cekungan, adanya sungai yang
melimpah, dilihat dari syarat tersebut Waduk Mrica sangat berpotensi sebagai
bendungan. Karakteristik Waduk Mrica dapat dilihat dari kondisi air yang keruh
sehingga warna air tersebut menjadi coklat dan dasar bendungan tidak terlihan
sama sekali, semua itu mengakibatkan tingkat pengendapan sangat tinggi dan
proses pendangkalan pun tinggi pula. Hal ini berarti pengelolaan sumber daya lahannya kurang baik. Metrofikasi
danau adalah pencemaran pupuk. Tumbuhan yang mungkin hidup ganggang teki – tekian.
Apabila danau sudah tergenang lumpur maka danau tidak dapat digunakan lagi.
Aktivitas
perdagangan terlihat ada, akan tetapi pada waktu kami kesana tidak begitu
ramai. Barang - barang yang diperjual belikan hanya makanan ringan dan minuman
– minuman. Tidak begitu ada makanan yang khas di sana.
Perjalanan kami
lanjutkan kembali untuk menuju langsung ke Dieng. Jalan yang nanjak dan
bertebing curam menjadi objek penglihatan perjalanan kami. Kabut sudah mulai
menghalangi pemandangan pada waktu itu menandakan sangat dinginnya kondisi di
luar sana. Sesampainya di penginapan hawa dingin sudah sangat terasa, kami
langsung bergegas untuk menuju homestay yang sudah disediakan. Malam pertama
kami manfaatkan untuk berdiskusi dengan dosen – dosen mengenai acara buat
besok.
Lokasi 2
Tuk Bimo Lukar : letak astronomis S = 070
12’ 16,1” dan E= 1090 54’ 47,6”. Ketinggian 2097 m dpl.
Tuk Bimo Lukar merupakan
mata air sungai kali serayu dari Gunung Serayu. Nama Tuk Bimo Lukar diambil
dari kisah pewayangan yaitu merupakan putra pandawa 5 putra kedua, bimo dilambangkan pria perkasa
dan pandawa salah satu keturunan raja astina. Pandawa
dan kurawa bersaing.
Pandawa diperintahkan untuk membuka hutan larangan
yang bernama laras amber. Kemudian ada seorang raksasi
suka pada bima dan akhirnya membuahkan anak
gatot gaca. Sumber
mata air ni sudah ada sejak dulu dan dianggap suci sejak pendidikan hindu ada
disini.. Khasiat air ni untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sumber air ini
merupakan sumber pengairan, orang yang mandi disini dan bercuci muka
disini akan keluar auranya. Diatasnya ada sesajen, disini terjadi perpaduan
sinkritisme, perpaduan agama. Subbuibo kukar, rica rica merupakan tumbuhan endemik daerah
sini. Sayuran
mempunyai karakteristik tidak tahan terhadap air genangan, aspek reklamasi
lahan sayuran disini kurang baik dalam memanfaatkan
lahannya.
Lokasi 3
Museum Teater Dieng
Sebuah tempat
pertunjukan fenomena – fenomena yang ada di Dieng. Dari mulai sejarah
terbentuknya DTD dan peristiwa yang pernah terjadi pada masa dulu. Dan kami pun
bias melihat bagaimana terjadinya kegunung apian di Dieng.
Lokasi 4
Telaga Warna
Letak astronomis
S= 070 12’ 54,6” E= 1090 54’ 49,7”. Ketinggian 2.097 mdpl. Salinitas 0,7 ph
0,17 suhu 180. Telaga warna terdapat gelembung yang keluar merupakan gejala
posvulkanik,, warna berwarna hijau karena adanya
endapan solfatara.
Kegiatan ekonomi berada diluar lokasi pariwisata. Pada
waktu itu kami hanya melihat nuasa warna hijau dari air telaga tersebut. Yang
konon katanya sering muncul warna merah, biru, putih dan lembayung tidak Nampak
pada waktu itu.
Lokasi 5
Kawah Sikidang
Kawah Sikidang
merupakan tempat popular yang sering dikunjungi wisatawan karena letaknya
paling mudah untuk dicapainya. Kawah ini terkenal karena lubang keluarnya gas
selalu berpindah-pendah di dalam satu kawasan luas. Dari karakter inilah
namanya berasal kerena penduduk setempat
melihatnya berpindah-pindah seperti kijang. Kidang dalam bahasa Jawa.
Bau gas sulfur
yang sangat terasa sekali di sini, sehingga kami memakai tutup mulut untuk
meminimalisir bau tersebut. Kebetulan pada waktu kami kesana lokasi keluarnya
gas terdapat di bagian kedua yaitu dekat tebing, yang lumayan ada sekitar 200 m
dari lokasi pertama. Kegiatan perdagangan sangat ramai di lokasi ini, banyak
yang menjual berbagai makanan dan asesoris khas dieung.
Lokasi 6
Komplek Candi Arjuna
Letak astronomis
S= 070 12’ 18, 6” E= 1090 54’ 24, 7”. Ketinggian 2.100 mdpl. Komplek Candi arjuna adalah keluarga arjuna adalah
seorang putra pandawa urutan ke 3. Candi Arjuna terdiri dari empat candi yaitu, Candi Arjuna,
Candi Sembadra, Candi Srikandi, dan Candi Puntadewa.Dia terkenal ketampanannya termasuk
orang yang sangat sakti. Candi arjuna dan sebelahnya subadra, istri sebelahnya puntadewa
dan sebelahnya srikandi. Setiap orang ditemanin pukanawanmya. Pada awalnya ini masih terkubur dan diduga
disini banyak candi yang belum ditemukan, diduga dibuat dari bawah dan kemudian ditumpuk-tumpuk
dan direkatkan
memakai putih telur.
Hari
ketiga
Lokasi 7
Teluk Penyu Cilacap
Benteng Pendem
Benteng pendem merupakan benteng
pertahanan di cilacap. Dihadapan benteng pendem merupakam samudera
hindia. Benteng
pendem
ketinggian 3 meter mdpl. Letak astronomis S= 070
44’ 55,9” E= 1090
01’ 07, 6”. Benteng
pendem merupakan peninggalan jaman Belanda, benteng
ini merupakan pertahan perang timur raya. Benteng pendeng merupakan suatu rangkaian benteng dan yang lainnya ada di nusa
kambangan. Luasnya sekitar 10 hektar. Sekitar tahun 1970 berubah menjadi 6, 5
hektar. Mengapa
belanda membuat disini, bahwa cilacap merupakan daerah parte laut dalam. Begitu kapal bisa sandar
langsung didepan pantai. Dapat dibedakan dgn di semarang.
Belanda membuat penampungan rempah-rempah di nusa kambangan melalui pintu gerbang cilacap,
belanda bermaksud membuat
penguasaan pulau jawa. Di nusa kambangan terdapat benteng cimiring
merupakan tempat pengintaian. Benteng pendem bahwa benteng 18 tahun
bertahap dalam pembuatanya setelah selesai di timbun 3 meter.
Disini terdapat pohon ramzi. Kemudian tahun 1942 Jepang sempat
menguasai benteng ini. Buatan Jepang sudah menggunakan
beton sedangkan belanda belum. Jepang membuat penangkal serangan udara
1942, disini terdapat bara 14. Tahun 1879 mebuat
ruangan klinic.
Disana terdapat 1 lubang bagaset merupakan pertahanan
terbuka, Dan
juga ada pertahanan tertutup. Pada tahun 1987 benteng
ini baru dibuka wisata. Pasukan banteng loreng tahun 45 akhir oleh pimpinan pak surono.. Kemidian
masuk pasukan inti RPKAD. Tahun 60 kemudian vakum.. Kemudian terbuka oleh cv wardoyo 1986..
Nusa kambangan berada disebelah selatan. Batuan disini merupakan batuan aluvial
merupakan hasil pengendapan kali serayu yang
membentuk beach rich. Menjadi kota terbesar diselatan
pulau jawa. Sebelah
barat Segara Anakan atau Laut Kecil dan dahulu dihuni
kampung laut penduduknya. Perbedaan filosofi nelayan dan
pertanian.
Pelabuhan saratnya terhindar dari ombak besar yang
terhalangi nusa kambangan, kemudian ada telukk untuk
penyimpanan kapal-kapal. Kota cilacap merupakan kota strategis
di kota selatan jawa.
Tanaman yang ada disini nyamplung atau waruh biasa
digunakan untuk bioenergi. Kemudian bintaro yang beracun dan digunakan
masyarakat untuk racun tikus. Kemudian terminali ketapang. Parit benteng pendem di gunakan untuk
pertahanan pertama, patroli. Panjang pulau 36 km dan dan lebar 16 km. Barak merupakam terdapat 14 ruangan didepan
barak keunikannya air tawar. Disana terdapat pohon rembesi dimanfaatkan
untuk mercusuar.. Bangunan dikelola dinas
purbakala.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar