Jumat, 07 Februari 2014

Perjalanan PKL ke Dieng

Hari pertama :
Doa bersama mengawali pemberangkatan PKL Dieng pada waktu itu, kebetulan kami dilepas oleh pak Dekan. Perjalanan pun dimulai. Pukul 11.30 kami beristirahat untuk makan dan sholat di RM Jatilawang. Setelah itu perjalanan kami pun dimulai kembali menuju lokasi pertama yaitu Waduk Mrica (Bendungan Mrica).
Lokasi 1
Waduk Mrica : Letak astronomis 0,7­­­­­0 23 26dan 1090 3701”. Ketinggian 253 mdpl, suhu 28,30C. Ph 7,72 pds dan Salinitas 0 ppt.
Waduk Mrica terdapat di Kawasan Banjarnegara Kecamatan Bawang. Sebelah timur rangkaian pegunungan serayu selatan dan Pegunungan serayu utara merupakan pegunungan aktif. Kawasan ini digunakan sebagai kawasan pengelolaan sumber daya air yang dapat dimanfaatkan untuk pengairan, PLTA, pengendalian banjir, minakultur dan lain lain. Syarat bendungan adanya cekungan, adanya sungai yang melimpah, dilihat dari syarat tersebut Waduk Mrica sangat berpotensi sebagai bendungan. Karakteristik Waduk Mrica dapat dilihat dari kondisi air yang keruh sehingga warna air tersebut menjadi coklat dan dasar bendungan tidak terlihan sama sekali, semua itu mengakibatkan tingkat pengendapan sangat tinggi dan proses pendangkalan pun tinggi pula. Hal ini berarti pengelolaan  sumber daya lahannya kurang baik. Metrofikasi danau adalah pencemaran pupuk. Tumbuhan yang mungkin hidup ganggang teki – tekian. Apabila danau sudah tergenang lumpur maka danau tidak dapat digunakan lagi.
Aktivitas perdagangan terlihat ada, akan tetapi pada waktu kami kesana tidak begitu ramai. Barang - barang yang diperjual belikan hanya makanan ringan dan minuman – minuman. Tidak begitu ada makanan yang khas di sana.
Perjalanan kami lanjutkan kembali untuk menuju langsung ke Dieng. Jalan yang nanjak dan bertebing curam menjadi objek penglihatan perjalanan kami. Kabut sudah mulai menghalangi pemandangan pada waktu itu menandakan sangat dinginnya kondisi di luar sana. Sesampainya di penginapan hawa dingin sudah sangat terasa, kami langsung bergegas untuk menuju homestay yang sudah disediakan. Malam pertama kami manfaatkan untuk berdiskusi dengan dosen – dosen mengenai acara buat besok.

Hari kedua :
Lokasi 2
Tuk Bimo Lukar : letak astronomis S = 070 12’ 16,1” dan E= 1090 54’ 47,6”. Ketinggian 2097 m dpl. Tuk Bimo Lukar merupakan mata air sungai kali serayu dari Gunung Serayu. Nama Tuk Bimo Lukar diambil dari kisah pewayangan yaitu merupakan putra pandawa 5 putra kedua, bimo dilambangkan pria perkasa dan pandawa salah satu keturunan raja astina. Pandawa dan kurawa bersaing.
Pandawa diperintahkan untuk membuka hutan larangan yang bernama laras amber. Kemudian ada seorang  raksasi suka pada bima dan akhirnya membuahkan anak gatot gaca. Sumber mata air ni sudah ada sejak dulu dan dianggap suci sejak pendidikan hindu ada disini.. Khasiat air ni untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sumber air ini merupakan sumber pengairan, orang yang mandi disini dan bercuci muka disini akan keluar auranya. Diatasnya ada sesajen, disini terjadi perpaduan sinkritisme, perpaduan agama. Subbuibo kukar, rica rica merupakan tumbuhan endemik daerah sini. Sayuran mempunyai karakteristik tidak tahan terhadap air genangan, aspek reklamasi lahan sayuran disini kurang baik dalam memanfaatkan lahannya.
Lokasi 3
Museum Teater Dieng
Sebuah tempat pertunjukan fenomena – fenomena yang ada di Dieng. Dari mulai sejarah terbentuknya DTD dan peristiwa yang pernah terjadi pada masa dulu. Dan kami pun bias melihat bagaimana terjadinya kegunung apian di Dieng.
Lokasi 4
Telaga Warna
Letak astronomis S= 070 12’ 54,6” E= 1090 54’ 49,7”. Ketinggian 2.097 mdpl. Salinitas 0,7 ph 0,17 suhu 180. Telaga warna terdapat gelembung yang keluar merupakan gejala posvulkanik,, warna berwarna hijau karena adanya endapan solfatara. Kegiatan ekonomi berada diluar lokasi pariwisata. Pada waktu itu kami hanya melihat nuasa warna hijau dari air telaga tersebut. Yang konon katanya sering muncul warna merah, biru, putih dan lembayung tidak Nampak pada waktu itu.
Lokasi 5
Kawah Sikidang
Kawah Sikidang merupakan tempat popular yang sering dikunjungi wisatawan karena letaknya paling mudah untuk dicapainya. Kawah ini terkenal karena lubang keluarnya gas selalu berpindah-pendah di dalam satu kawasan luas. Dari karakter inilah namanya berasal  kerena penduduk setempat melihatnya berpindah-pindah seperti kijang. Kidang dalam bahasa Jawa.
Bau gas sulfur yang sangat terasa sekali di sini, sehingga kami memakai tutup mulut untuk meminimalisir bau tersebut. Kebetulan pada waktu kami kesana lokasi keluarnya gas terdapat di bagian kedua yaitu dekat tebing, yang lumayan ada sekitar 200 m dari lokasi pertama. Kegiatan perdagangan sangat ramai di lokasi ini, banyak yang menjual berbagai makanan dan asesoris khas dieung.
Lokasi 6
Komplek Candi Arjuna
Letak astronomis S= 070 12’ 18, 6” E= 1090 54’ 24, 7”. Ketinggian 2.100 mdpl. Komplek Candi arjuna adalah keluarga arjuna adalah seorang putra pandawa urutan ke 3. Candi Arjuna terdiri dari empat candi yaitu, Candi Arjuna, Candi Sembadra, Candi Srikandi, dan Candi Puntadewa.Dia terkenal ketampanannya termasuk orang yang sangat sakti. Candi arjuna dan sebelahnya subadra, istri sebelahnya puntadewa dan sebelahnya srikandi. Setiap orang ditemanin pukanawanmya. Pada awalnya ini masih terkubur dan diduga disini banyak candi yang belum ditemukan, diduga dibuat dari bawah dan kemudian ditumpuk-tumpuk dan direkatkan memakai putih telur.
Hari ketiga
Lokasi 7
Teluk Penyu Cilacap
Benteng Pendem
Benteng pendem merupakan benteng pertahanan di cilacap. Dihadapan benteng pendem merupakam samudera hindia. Benteng pendem  ketinggian 3 meter mdpl.  Letak astronomis S= 070 44’ 55,9” E= 1090 01’ 07, 6”. Benteng pendem merupakan peninggalan jaman Belanda, benteng ini merupakan pertahan perang timur raya. Benteng pendeng merupakan suatu rangkaian benteng dan yang lainnya ada di nusa kambangan. Luasnya sekitar 10 hektar. Sekitar tahun 1970 berubah menjadi 6, 5 hektar. Mengapa belanda membuat disini, bahwa cilacap merupakan daerah parte  laut dalam. Begitu kapal bisa sandar langsung didepan pantai. Dapat dibedakan dgn di semarang. Belanda membuat penampungan rempah-rempah di nusa kambangan melalui pintu gerbang cilacap, belanda bermaksud membuat penguasaan pulau jawa. Di nusa kambangan terdapat benteng cimiring merupakan tempat pengintaian. Benteng pendem bahwa benteng 18 tahun bertahap dalam pembuatanya setelah selesai di timbun 3 meter. Disini terdapat pohon ramzi. Kemudian tahun 1942 Jepang sempat menguasai benteng ini. Buatan Jepang sudah menggunakan beton sedangkan belanda belum. Jepang membuat penangkal serangan udara 1942,  disini terdapat bara 14. Tahun 1879 mebuat ruangan klinic. Disana terdapat 1 lubang bagaset merupakan pertahanan terbuka, Dan juga ada pertahanan tertutup.  Pada tahun 1987 benteng ini baru dibuka wisata.  Pasukan banteng loreng tahun 45 akhir oleh pimpinan pak surono.. Kemidian masuk pasukan inti RPKAD. Tahun 60 kemudian vakum.. Kemudian terbuka oleh cv wardoyo 1986..
Nusa kambangan berada disebelah selatan. Batuan disini merupakan batuan aluvial merupakan hasil pengendapan kali serayu yang membentuk beach rich. Menjadi kota terbesar diselatan pulau jawa. Sebelah barat Segara Anakan atau Laut Kecil dan dahulu dihuni kampung laut penduduknya. Perbedaan filosofi nelayan dan pertanian. Pelabuhan saratnya terhindar dari ombak besar yang terhalangi nusa kambangan, kemudian ada telukk untuk penyimpanan kapal-kapal.  Kota cilacap merupakan kota strategis di kota selatan jawa.

Tanaman yang ada disini nyamplung atau waruh biasa digunakan untuk bioenergi. Kemudian bintaro yang beracun dan digunakan masyarakat untuk racun tikus. Kemudian terminali ketapang. Parit benteng pendem di gunakan untuk pertahanan pertama, patroli. Panjang pulau 36 km dan dan lebar 16 km. Barak merupakam terdapat 14 ruangan didepan barak keunikannya air tawar. Disana terdapat pohon rembesi dimanfaatkan untuk mercusuar.. Bangunan dikelola dinas purbakala.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Simkuring

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia